This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sunday, 11 October 2015

Ragam Bahasa dan Laras Bahasa

Ragam Bahasa
    Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri. Variasi di tingkat leksikon, seperti slang dan argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam tersendiri.
 
Jenis Ragam Bahasa
Jenis Ragam Bahasa terbagi 2 kategori yaitu dalam segi situasional dan dalam segi medium/alat:

Situasi Pemakaian
ada 3 macam yaitu :

FORMAL 
Ragam formal digunakan dalam situasi resmi. Ragam formal atau ragam baku yaitu ragam yang mengikuti kaidah atau aturan kebahasaan. Bahasa baku tidak dapat digunakan untuk segala keperluan, tetapi hanya untuk :
a.       komunikasi resmi.
b.      wacana teknis
c.       pembicaraan di depan khalayak ramai
d.      pembicaraan dengan orang yang dihormati
 
SEMIFORMAL
Ragam semiformal memiliki keunikan tersendiri, karena berciri mengikuti kaidah dan aturan yang tetap. Tetapi hanya tidak secara konsisten dilakukan pada saat tujuan tertentu. Dalam hal ini sebagai contoh yaitu bahasa jurnalistik, dimana biasanya pembaca berita , membacakan beritanya tidak selalu dengan kata-kata yang baku , melainkan kadang ditengah-tengah kata-kata baku yang mereka ucapkan terselip kata-kata yang biasa kita gunakan untuk berbicara kepada seseorang dalam hal ini berbicara santai kepada lawan bicara kita dalam membahas topik yang tidak resmi.
NONFORMAL
Ragam nonformal tidak mutlak untuk menggunakan pemakaian kata baku. Atau dalam hal ini ragam nonformal berciri tidak sesuai kaidah atau aturan yang tetap. Contohnya seperti pada saat kita mengobrol santai dengan teman.

MEDIUM/ALAT 
ada 2 macam yaitu
• Ragam Lisan adalah bahasa yang dihasilkan dari ucapan dengan fenom sebagai unsur dasar.  
  Ciri- ciri ragam lisan :  
1. Unsur suprasegmental (aksen, nada, tekanan) dan paralingual (gerak-gerik tangan, mata,      kepala) memberi efek terhadap komunikasi.
2. Terikat oleh kondisi, situasi, dan waktu.
3. Unsur-unsur dramatikal biasanya dinyatakan tidak lengkap.
4. Adanya lawan bicara. 
  Contoh :
  1. Ayah bilang kita harus pulang. 
  2. Saya tinggal di Depok.  
• Ragam Tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan sebagai unsur dasar
  Ciri- ciri ragam tulisan : 
  1. Unsur suprasegmental dan paralingual tidak ada sehingga dalam menyusun kalimat harus lebih hati- hati dan cermat. 
  2. Tidak terikat oleh kondisi, situasi, dan waktu.
  3. Unsur-unsur dramatikalnya dinyatakan secara lengkap. 
  4. Tidak harus ada lawan bicara. 
   Contoh :
    1. Ayah mengatakan bahwa kita harus pulang. 
    2. Saya bertempat tinggal di Depok.


Laras Bahasa

Pengertian Laras Bahasa
Laras bahasa adalah kesesuaian antara bahasa dan pemakaianya.dalam hal ini kita mengenal iklan, laras ilmiah,laras populer,laras featue,laras komik,laras sastra, yang masih dapat di bagi atas laras cerpen, laras puisi,laras novel, dan sebagainya.
 
Macam-Macam Laras Bahasa
Macam-macam laras bahasa antara lain sebagai berikut :
1.      Laras ilmiah
2.      Laras sastra (puisi, cerpen, novel, dll.)
3.      Laras jurnalistik (berita, editorial, iklan, dll.)
4.      Laras hukum
5.      Laras kedokteran
Laras bahasa dapat digolongkan kepada dua golongan besar, yaitu laras biasa dan laras khusus.
Laras biasa ialah laras khusus yang digunakan untuk masyarakat umum seperti bidang hiburan, pengetahuan, peneranagn, dan maklumat.
Laras khusus merujuk kepada kegunaan untuk khalayak khusus seperti ahli-ahli atau peminat dalam bidang tertentu dan pelajar-pelajar (rencana, laporan, buku).
Pembeda utama yang membedakan antara laras biasa dengan laras khsus ialah: kosa kata, tata bahasa, dan gaya.
1.      Laras Bahasa Biasa,
Laras biasa ialah laras khusus yang digunakan untuk masyarakat umum seeprti bidang hiburan, pengetahuan, peneranagn, dan maklumat. Kalimatnya sederhana, ringkas, dan padat. Contoh : Dilarang menginjak rumput.
2.      Laras Bahasa Khusus
a.       Laras Bahasa Perniagaan
Tujuannya untuk mempengaruhi atau membentuk tanggapan tertentu, atau mengubah sikap dan melakukan tindakan. Digunakan dalam iklan, tender, laporan dan sebagainya , didukung pula oleh gambar, lukisan, grafik, ilustrasi dan sebagainya.
b.      Laras Akademik
Meliputi berbagai bidang seperti sains, teknologi, komunikasi, matematik dan sebagainya yang terletak dalam ruang lingkup pendidikan.Dalam penulisan ilmiah, misalnya penulisan thesis, penulis perlu mengikut format tertentu seperti perlu ada catatan bibiliografi (rujukan), nota kaki di bawah muka surat atau nota hujungan di penghujung setiap bab.Menggunaka istilah-istilah yang khusus kepada bidang, dan biasanya perlu dihafal. Contohnya ialah fotosintesis, pecutan, mengawan, pendebungaan dan sebagainya.
c.       Laras Bahasa Media
Berita sebagai wacana memiliki struktur teks yang tersendiri, lain dari struktur teks fiksi, dan lain pula dari struktur teks esai dan karya ilmiah. Wartawan atau penulis koran menggunakan bahasa untuk menjelaskan sesuatu menurut cara yang paling mudah diterima sesuai dengan selera sejumlah pembaca koran.
Tiga fitur penting yang harus ada dalam berita koran yang baik, pertama, bahasa yang digunakan mudah. kedua, gaya tulisan yang jelas dan ketuiga, isi tulisan harus akurat. Karena koran diterbitkan untuk masyarakat, maka bahasa koran haruslah sesuai dengan bahasa penggunaan orang-orang. Kalimat yang panjang, berisi beberapa klausa, menggunakan kutipan, metafora, kiasan, istilah teknik, dan sebagainya haruslah dihindari.
d.      Laras Bahasa Satra
Memperlihatkan gaya bahasa yang menarik dan kreatif. Bahasanya dapat dalam bentuk naratif, deskriptif, preskriptif, dramatis dan puitis.
Beberapa ciri bahasa sastra:
·         Kreatif dan imajinatif: mengandung arti
·         Mementingkan penyusunan, pengulangan, pemilihan kata
·         Puitis dan hidup: monolog, dialog, dan sebagainya.
·         Menggunakan bahas tersirat: perlambangan, kiasan, perbandingan, peribahasa, metafora, simile, , ilusi, ambpersonifikasiiguitas dan sebagainya.
·         Ada penyimpangan tata bahasa atau manipulasi bahasa.
e.       Laras Bahasa Agama
Berisi istilah agama dari bahasa Arab. Struktur ayatnya banyak dipengaruhi struktur bahasa Arab. Disisipkan dengan kutipan dari al-Quran dan hadis.
 
 
 
Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Ragam_bahasa
http://badar92.blogspot.co.id/2012/10/ragam-bahasa.html
http://dimasamiluhur.blogspot.co.id/2012/10/ragam-bahasa.html 
http://rohimzoom.blogspot.co.id/2013/12/ragam-dan-laras-bahasa.html 

Peran dan Fungsi Bahasa

Pengertian
Bahasa adalah alat komunikasi bagi manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Hal ini merupakan fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan status dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status bahasa tidak dapat ditinggalkan.

Aspek Bahasa
Aspek bahasa terdiri dari 2 aspek yaitu Aspek Fisik dan Aspek Sosial
  
ASPEK FISIOLOGIS BAHASA
Wujud Fisik Bahasa
Bahasa lisan adalah rangkaian bunyi (bahasa) yang diujarkan oleh penutur. Mitra tutur mampu memahami bunyi bahasa yang diujarkan oleh penutur melalui hasil pendengarannya.
Pembicaraan mengenai aspek fisik bahasa pada dasrnya mencakup tiga aspek. Pertama, bagaimana bunyi itu dihasilkan (aspek produksi). Kedua, Bagaimana ciri – ciri bunyi bahasa yang diujarkan (aspek akustis). Ketiga, bagaimana bunyi bahasa itu dipahami melalui indra pendengaran (aspek persepsi bunyi bahasa).
Produksi Bunyi Bahasa
Untuk memahami ciri fisik bahasa, yang pertama – tama perlu diketahui adalah dari mana dan bagaimana bahasa itu dihasilkan. Bunyi bahasa juga ditentukan oleh sumber bunyi serta proses dalam memproduksi bahasa tersebut. Setiap manusia memiliki suara yang berbeda antara satu dan lainnya. Untuk menghasilkan bunyi bahasa yang benar diperlukan alat bicara yang normal, keterampilan dan kemampuan organ alat bicara dalam melakukan artikulasi, serta kemampuan mengatur pernapasan.
Satuan Bunyi Bahasa
Satuan bunyi bahasa yang diproduksi oleh alat bicara dilakukan dengan artikulasi yang sama. Perubahan proses produksi bunyi menghasilkan perubahan kualitas bunyi. Sebagai akibat proses artikulasi yang berbeda pada bahasa – bahasa di dunia ini, bunyi – bunyi bahasa yang dihasilkan berbagai bahasa itu pun berbeda.

Ciri Akustik Bunyi Bahasa
Bunyi yang diproduksi oleh sebuah sumber bunyi terdengar oleh indra pendengaran karena peran uada yang menyalurkan suara itu sampai ke indra pendengaran. Getaran bunyi yang dihasilkan oleh sumber bunyi mengubah tekanan udara yang ada dalam ruang sehingga partikel – partikel udara membentuk gelombang bunyi.
Persepsi Bunyi Bahasa
Indra pendengaran mampu menangkap dan memahami rangkaian bunyi vokal dan konsonan yang membentuk sebuah tuturan, cepat lambat tuturan, dan nada tuturan yang dihasilkan oleh seorang penutur.
Berdasarkan uraian di atas, persepsi terhadap bunyi bahasa yang dihasilkan oleh alat bicara dikelompokkan menjadi dua, yakni :
1.      Persepsi terhadap bunyi yang berupa satuan struktural, yaitu vokal dan konsonan.
2.      Persepsi terhadap bunyi yang berupa cepat lambat, kelantangan, tekanan, dan nada.
Fonetik dan Fonologi
Baik fonetik maupun fonologi berkenaan dengan satuan terkecil bahasa, yaitu bunyi. Fonetik berkenaan dengan proses pembunyian, realisasi, dan penangkapan melalui indra pendengaran, sedangkan fonologi berkenaan dengan fungsi bunyi – bunyi bahasa itu sebagai satuan bahasa yang memiliki fungsi pembeda atau distingtif.
Trubetzkoy menjelaskan bahwa fonetik merupakan studi bunyi bahasa yang berkenaan dengan peristiwa bahasa, murni studi fenomenalistik terhadap bahasa tanpa mempertimbangkan fungsi. Sedangkan fonologi adalah studi bunyi bahasa yang berkenaan dengan sistem bahasa, serta merupakan studi linguistis.

ASPEK SOSIAL BAHASA
Keberagaman Bahasa
Bahasa mempunyai variasi. Hal itu berarti bahwa bahasa tidak kedap terhadap pengaruh aspek nonbahasa. Dengan kata lain, bahasa memiliki ragam. Konsep keberagaman mengemuka ketika linguis mengaikan bahwa dengan aspek kemasyarakatan. Keberagaman tersebut mulai dipelajari dalam kajian antardisiplin, seperti sosiolinguistik dan sebagainya.
Berbagai Ragam dalam Pemakaian Bahasa
Di dalam lingkungan masyarakat, ada bahasa yang digunakan dan memperlihatkan ciri keakraban atau keintiman. Bahasa yang ditandai bentuk dan pilihan kata akrab seperti gue, loe, bete. Berikut termasuk ke dalam ragam intim. Ragam berikutnya dikenal sebagai ragam konsultatif, yang merupakan ragam bahasa yang digunakan pada saat guru mengajar di kelas. Cirinya berbeda dengan ragam formal atau resmi. Ragam lain adalah bahasa yang ditandai ujaran – ujaran baku dan beku sebagaimana yang terdengar dalam acara ritual dan seremonial.
Aturan – Aturan dan Fungsi Sosial Bahasa
Hymes menyebutkan adanya unsur – unsur yang terdapat dalam setiap komunikasi bahasa. Unsur – unsur itu disajikan dalam bentuk akronim speaking, secara sederhana dapat diuraikan seperti latar, peserta, hasil, amanat, cara, sarana, norma dan jenis.
Roman Jacobson merinci fungsi – fungsi bahasa berdasarkan segi perhatian sebuah tuturan. Suatu peristiwa tutur memiliki tujuh faktor, yakni waktu dan tempat, pokok pembicaraan, penutur, mitra tutur, jalur, kemasan pesan dan aspek bahasa.
Sentuh Bahasa
Di dunia ini terdapat masyarakat bahasa yang bertemu, hidup bersama – sama, dan berpengaruh terhadap masyarakat bahasa lain. Keadaan semacam ini menimbulkan apa yang disebut sentuh bahasa atau kontak bahasa. Indonesia merupakan contoh negara aneka bahasa. Akan tetapi kebanyakan orang Indonesia menguasai bahasa indonesia dan bahasa daerah. Orang yang menguasai satu bahasa disebut ekabahasawan. Orang yang dapat menguasai dua bahasa disebut Bilingual, sedangkan orang yang menguasai banyak bahasa disebut anekabahasawan.
Ragam Bahasa dalam Masyarakat Multibahasa
Ragam bahasa dapat dibincangkan berdasarkan fungsinya dalam masyarakat yang multibahasa. Secara umum, dikenal lima ragam bahasa. Kita mungkin pernah mendengar istilah bahasa Vernakular, Bahasa baku, Bahasa perantara, Pijin, dan Kreol.
a.       Vernakural
Merupakan ragam bahasa yang tidak memilki status resmi dan biasanya tidak mengalami proses kodifikasi. Ragam ini biasa dipakai dalam percakapan sehari – hari atau lambang solidaritas.
b.      Bahasa Baku
Biasanya sudah melewati proses kodifikasi, yaitu tahap pembakuan tata bahasa, ejaan, dan kosa kata. Ragam bahasa ini lazim dinamakan bahasa standar, yang lebih sering ditemukan dalam bahasa tulis daripada lisan.
c.       Bahasa Perantara
Ragam bahasa ini biasanya muncul dalam keadaan darurat dan sering digunakan sebagai bahasa untuk bertahan hidup.
d.      Pijin
Merupakan  ragam  bahasa yang tidak memiliki penutur asli. Biasanya ragam bahasa ini ditemukan banyak sekali di negara – negara dunia ketiga yang dulunya merupakan daerah jajahan koloni.
e.       Kreol
Fungsi Bahasa
     Bahasa juga merupakan tanda yang jelas dari kepribadian manusia. Melalui bahasa yang digunakan manusia, maka dapat memahami karakter, keinginan, motif, latar belakang pendidikan, kehidupan sosial, pergaulan dan adat istiadat manusia.
Fungsi bahasa secara umum :
1. Bahasa sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri
    bahasa merupakan sarana untuk mengungkapkan segala sesuatu yang ada dalam diri seseorang, baik berbentuk perasaan, pikiran, gagasan, dan keinginan yang dimilikinya. Begitu juga digunakan untuk menyatakan dan memperkenalkan keberadaan diri seseorang kepada orang lain dalam berbagai tempat dan situasi.

2. Bahasa sebagai alat komunikasi
    Melalui Bahasa, manusia dapat berhubungan dan berinteraksi dengan alam sekitarnya, terutama sesama manusia sebagai makhluk sosial. . Manusia dalam berkomunikasi tentu harus memperhatikan dan menerapkan berbagai etika sehingga terwujud masyarakat yang madani selamat dunia dan akhirat. Bahasa sebagai alat komunikasi berpotensi untuk dijadikan sebagai sarana untuk mencapai suatu keberhasilan dan kesuksesan hidup manusia, baik sebagai insan akademis maupun sebagai warga masyarakat. Penggunaan bahasa yang tepat menjadikan seseorang dalam memperlancar segala urusan. Melalui bahasa yang baik, maka lawan komunikasi dapat memberikan respon yang positif. Akhirnya, dapat dipahami apa maksud dan tujuannya.

3. Bahasa sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial
    Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. Kita akan menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. Kita akan menggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman-teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang kita hormati. Dalam mempelajari bahasa asing, kita juga berusaha mempelajari bagaimana cara menggunakan bahasa tersebut. Misalnya, pada situasi apakah kita akan menggunakan kata tertentu, kata manakah yang sopan dan tidak sopan. Jangan sampai kita salah menggunakan tata cara berbahasa dalam budaya bahasa tersebut. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa, kita dengan mudah berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa tersebut.

4. Bahasa sebagai alat kontrol sosial
   Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat. Berbagai penerangan, informasi, maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran, buku-buku instruksi, ceramah agama (dakwah), orasi ilmiah atau politik adalah contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Selain itu, kita juga sering mengikuti diskusi atau acara bincang-bincang (talk show) di televisi dan radio, iklan layanan masyarakat atau layanan sosial merupakan salah satu wujud penerapan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Semua itu merupakan kegiatan berbahasa yang memberikan kepada kita cara untuk memperoleh pandangan baru, sikap baru, perilaku dan tindakan yang baik. Di samping itu, kita belajar untuk menyimak dan mendengarkan pandangan orang lain mengenai suatu hal. Contoh lain yang menggambarkan fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita. Tuangkanlah rasa dongkol dan marah kita ke dalam bentuk tulisan. Biasanya, pada akhirnya, rasa marah kita berangsur-angsur menghilang dan kita dapat melihat persoalan secara lebih jelas dan tenang.

Fungsi Bahasa Indonesia
        -Lambang kebanggan nasional
Sebagai lambang kebanggaan nasional, bahasa indonesia‘memancarkannilai-nilai sosial budaya luhur bangsa IndonesiaDengankeluhuran nilai yang dicerminkan bangsa Indonesia,kita harus bangga denganya, kita harus menjunjungnya,dan kita harus mempertahankannya. Kitaharus bangga memakainya dengan memelihara dan mengembangkannya tanpaada rasa rendah diri, malu, dan acuh tak acuh
       -Lambang identitas nasional
Bahasa Indonesia merupakan ‘lambang’ bangsa Indonesia. Berarti,dengan bahasa Indonesia dapat diketahui siapa kita, yaitu sifat, perangai, danwatak kita sebagai bangsa Indonesia
       - Alat pemersatu berbagai raga masyarakat
Dengan adanya Bahasa Indonesia kita dapat menggunakannya sebagai alat komunikasi dalam berinteraksi/berkomunikasi dengan masyarakat-masyarakat di daerah (sebagai bahasa penghubung antar warga, daerah, dan budaya)
       -Alat penghubung antar budaya dan daerah
Dengan bahasa Indonesia kita dapat saling berhubungan untuk segalaaspek kehidupan. Kta dapat saling berkomunikasi, bertukar pikiran, daninformasi dengan suku lain yang berlatar belakang bahasa yang berbeda.

Sumber :
http://riajelita.tumblr.com/post/98321480293/fungsi-bahasa-secara-umum-dan-kedudukan-bahasa
http://verozzaranii.blogspot.co.id/2013/09/peranan-dan-fungsi-bahasa-indonesia.html
http://sayitdirectly.blogspot.co.id/2013/10/peranan-dan-fungsi-bahasa.html
http://yuniparantika.blogspot.co.id/2014/10/peranan-dan-fungsi-bahasa-indonesia.html
http://radhiatama.blogspot.co.id/2013/03/aspek-bahasa.html

Tuesday, 2 June 2015

Tugas TOU 2 Minggu 4 (Penulisan Bebas) tentang macam-macam genre musik


            


Kali ini saya akan membahas macam-macam genre musik yang ada di dunia. Siapa yang tidak kenal dengan musik, setiap hari kita mendengarkan musik entah dari hp, smartphone, atau radio. Musik ini sudah ada dari zaman purbakala, yaitu sebagai penyembahan terhadap dewa yang dipercayanya. Tapi arti dari genre musik itu apa ya? Genre musik adalah pengelompokan musik sesuai dengan kemiripannya satu sama lain. Musik juga dapat dikelompokan sesuai dengan kriteria lain, misalnya geografi. Sebuah genre dapat didefinisikan oleh teknik musik, gaya, konteks, dan tema musik. Kalian sudah tau arti dan sejarah dari musik, maka saya akan membagikan macam-macam genre musik yang ada di dunia, cekidot.

  • Musik Seni ( Art Music)

Musik Seni atau sering disebut juga Musik Serius dan musik-musik sejenis ( musik avant garde, kontemporer ) adalah sebuah istilah pengelompokan jenis musik yang mengacu pada teori bentuk musik Klasik Eropa atau jenis-jenis musik etnik lainnya yang di serap atau diambil sebagai dasar komposisinya. Berbeda dengan musik Populer atau musik masa, musik jenis ini biasanya tidak lekang dimakan waktu, sehingga bertahan berabad-abad lamanya. Tokoh-tokoh komponis Indonesia yang menciptakan jenis musik seperti ini antara lain Amir Pasaribu, Tri Suci Kamal, Slamet Abdul Syukur, Rahayu Supanggah, Otto Sidharta, Tony Prabowo, Michael Asmara, I Wayan Sadre, Iwan Gunawan, Dody Satya E. Gustdiman dsb.
  • Musik Klasik

Musik klasik biasanya merujuk pada musik klasik Eropa, tapi kadang juga pada musik klasik Persia, India, dan lain-lain. Musik klasik Eropa sendiri terdiri dari beberapa periode, misalnya barok, klasik, dan romantik.
Musik klasik merupakan istilah luas, biasanya mengacu pada musik yang berakar dari tradisi kesenian Barat, musik kristiani, dan musik orkestra, mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21. Musik klasik Eropa dibedakan berdasarkan dari bentuk musiknya, non-Eropa dan musik populer terutama oleh sistem notasi musiknya, yang sudah digunakan sejak abad ke-16.[2] Notasi musik barat digunakan oleh komponis untuk memberi petunjuk kepada pembawa musik mengenai tinggi nada, kecepatan, metrum, ritme individual, dan pembawaan tepat suatu karya musik. Hal ini membatasi adanya praktik-praktik seperti improvisasi dan ornamentasi ad libitum yang sering didengar pada musik non-Eropa (bandingkan dengan musik klasik India dan musik tradisional Jepang) maupun musik populer. Dahulu musik klasik di Eropa terutama digunakan untuk keperluan lagu di Gereja ataupun lagu untuk pengiringan Raja. Sejalan dengan perkembangan, mulai juga bermunculan musik klasik yang digunakan untuk keperluan lain, seperti misalnya musik klasik yang menggambarkan visual secara audio, contohnya lagu Cat and Mouse yang menggambarkan kucing mengejar tikus. Contohnya Mozart.
  • Jazz

Jazz adalah jenis musik yang tumbuh dari penggabungan blues, ragtime, dan musik Eropa, terutama musik band. Musik jazz banyak menggunakan gitar, trombon, piano, trompet, dan saksofon. Elemen penting dalam jazz adalah blue notes, improvisasi, polyrhythms, sinkopasi, dan shuffle note. Beberapa subgenre jazz adalah Dixieland, swing, bebop, hard bop, cool jazz, free jazz, jazz fusion, smooth jazz, dan CafJazz. Contohnya Michael Buble, Tompi.
  • Gospel

Gospel adalah genre yang didominasi oleh vokal dan biasanya memiliki tema Kristen. Beberapa subgenrenya adalah contemporary gospel dan urban contemporary gospel. Sebenarnya lagu jenis Gospel ini memiliki nuansa mirip dengan Rock n Roll (oleh karena Rock n Roll sendiri sebenarnya merupakan fusion atau gabungan dari Rock, Jazz, dan Gospel), dahulu awalnya diperkenalkan oleh orang-orang Kristen kulit hitam di Amerika. Beberapa contoh saat ini yang masih benar-benar menggunakan aliran musik gospel adalah Israel Houghton. Namun saat ini pengertian musik gospel telah meluas menjadi genre musik rohani secara keseluruhan. Di Indonesia, musik gospel beraliran pop dan rock banyak dipopulerkan oleh musisi seperti Franky Sihombing, Giving My Best, Nikita, True Worshippers dan banyak lagi.
  • Blues

Blues berasal dari masyarakat Afro-Amerika yang berkembang dari musik Afrika barat. Jenis ini kemudian memengaruhi banyak genre musik pop saat ini, termasuk ragtime, jazz, big band, rhythm and blues, rock and roll, country, dan musik pop. Contohnya Herry Henger, Ray Charles.
  • Rhythm and Blues ( R&B )

Rhythm and blues atau disingkat R&B adalah nama musik tradisional masyarakat Afro-Amerika, yaitu musik pop kulit hitam dari tahun 1940-an sampai 1960-an yang bukan jazz atau blues. Contohnya Maxwell, Beyonce.
  • Funk

Funk adalah sebuah aliran musik yang mengandung unsur musik tarian Afrika-Amerika. Umumnya musik funk dapat dikenali lewat ritme yang sering terpotong singkat, bunyi gitar ritme yang tajam, perkusi yang dominan, pengaruh jazz yang kuat, irama-irama yang dipengaruhi musik Afrika, serta kesan gembira yang didapati saat mendengarnya. Akar funk dapat ditelusuri hingga jenis rhythm and blues dari daerah Louisiana pada tahun 1960-an. Aliran musik ini terkait dekat dengan musik soul serta jenis musik turunan lainnya seperti P-Funk dan Funk Rock. Contohnya George Clinton, Jamiroquai.
  • Rock

Rock, dalam pengertian yang paling luas, meliputi hampir semua musik pop sejak awal 1950-an. Bentuk yang paling awal, rock and roll, adalah perpaduan dari berbagai genre di akhir 1940-an, dengan musisi-musisi seperti Chuck Berry, Bill Haley, Buddy Holly, dan Elvis Presley. Hal ini kemudian didengar oleh orang di seluruh dunia, dan pada pertengahan 1960-an beberapa grup musik Inggris, misalnya The Beatles, mulai meniru dan menjadi populer. Musik rock kemudian berkembang menjadi psychedelic rock, kemudian menjadi progressive rock. Beberapa band Inggris seperti The Yardbirds dan The Who kemudian berkembang menjadi hard rock, dan kemudian menjadi heavy metal. Akhir 1970-an musik punk rock mulai berkembang, dengan kelompok-kelompok seperti The Clash, The Ramones, dan Sex Pistols. Pada tahun 1980-an, rock berkembang terus, terutama metal berkembang menjadi hardcore, thrash metal, glam metal, death metal, black metal dan grindcore. Ada pula british rock serta underground.
  •  Metalcore, Hardcore.

Metal merupakan aliran musik yang lebih keras dibandingkan dengan Rock walau terdapat juga band metal yang memiliki lagu dengan nyanyian yang terkesan slow. Genre Metal yang dikategorikan keras dimana lagunya memiliki vocal ala scream, growl dan yang terbaru adalah pigsqueal dimana vokal ini lebih banyak digunakan di aliran hardcore, post-Hardcore, screamo, metalcore, deathcore, death metal, black metal, electronic hardcore dan lainnya. Di Indonesia sendiri aliran band ala vokal scream ini telah banyak ditemukan tetapi masih belum bisa diterima secara terbuka oleh masyarakat umum. Contoh band: Indonesia yaitu The Civil Wears Monza, DESIDER, Secret Of Murder, Deadsquad, Burgerkill dll. Luar yaitu Asking Alexandria, Miss May I, The Crimson Armada, Chelsea Grin, We Butter The Bread With Butter, Avenged Sevenfold, Bullet for My Valentine, Slipknot, dll.
  • Electronic / Techno
Electronic atau disebut juga Techno dimulai lama sebelum ditemukannya synthesizer, dengan tape loops dan alat musik elektronik analog pada tahun 1950-an dan 1960-an. Para pelopornya adalah John Cage, Pierre Schaeffer, dan Karlheinz Stockhausen.
  • Ska, Reggae, Dub

Dari perpaduan musik R&B dan musik tradisional mento dari Jamaika muncul ska, dan kemudian berkembang menjadi reggae dan dub. Contohnya Bob Marley, Mbah Surip, dll.
  • Hip Hop / Rap / Rapcore

Musik hip hop dapat dianggap sebagai subgenre R&B. Dimulai di awal 1970-an dan 1980-an, musik ini mulanya berkembang di pantai timur AS, disebut East Coast hip hop. Pada sekitar tahun 1992, musik hip hop dari pantai barat juga mulai terkenal dengan nama West Coast hip hop. Jenis musik ini juga dicampur dengan heavy metal menghasilkan rapcore. Contohnya Eminem, Macklemore, dll.
  • Pop

Musik pop adalah genre penting namun batas-batasnya sering kabur, karena banyak musisi pop dimasukkan juga ke kategori rock, hip hop, country, dsb. Contohnya Michael Jackson, dll.
  • Musik Tradisional

Musik tradisional adalah musik yang hidup di masyarakat secara turun temurun, dipertahankan bukan sebagai sarana hiburan saja, melainkan ada juga dipakai untuk pengobatan dan ada yang menjadi suatu sarana komunikasi antara manusia dengan penciptanya, hal ini adalah menurut kepercayaan masing-masing orang saja. Musik tradisional merupakan perbendaharaan seni lokal di masyarakat. Musik tradisional yang ada di Indonesia, diantaranya adalah gamelan ,angklung dan sasando. selain dari musik tradisional yang berasal dari kebudayaan lokal, juga terdapat musik tradisional yang berasal dari pengaruh kebudayaan luar diantaranya gambang kromong, marawis dan keroncong.
  • Latin

Genre musik tradisional latin ini biasanya merujuk pada musik Amerika latin termasuk musik dari Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Karibia. Musik latin ini memiliki subgenre Samba.
  • Country

Musik tradisional country dipengaruhi oleh blues, dan berkembang dari budaya Amerika kulit putih, terutama di kota Nashville. Beberapa artis country awal adalah Merle Haggard dan Buck Owens.
  • Dangdut

Dangdut merupakan musik yang berasal dari Indonesia.Dangdut memiliki nuansa india dan melayu.Pada awalanya,musik ini hanya dianggap musik kelas bawah.Namun seiring waktu,musik ini sudah dinikmati semua kalangan. Contohnya Rhoma Irama, dll.

sumber : http://thegamers-xp.blogspot.com/2014/09/macam-macam-genre-musik-beserta-contoh.html

 

Tugas TOU 2 Minggu 4 tentang tokoh dunia berpengaruh (William Harvey - Penemu Sirkulasi Darah)





William Harvey

William Harvey adalah dokter yang mendeskripsikan sistem peredaran darah yang dipompakan sekeliling tubuh manusia oleh jantung. Hal tersebut merupakan pengembangan dari gagasan René Descartes, ia mendeskripsi tentang Tubuh Manusia, bahwa arteri dan vena ialah pipa yang mambawa makanan ke seluruh tubuh. Namun sebenarnya ia hanya mengembangkan gagasan ilmu kedokteran muslim awal khususnya karya Ibnu Nafis, yang telah menyusun asas arteri dan vena besar di abad ke-13.

Kehidupan awal dan pendidikan

William Harvey lahir pada tanggal 1 April 1578 di Folkestone, Inggris. Ayah William, yakni Thomas Harvey, adalah Jurat dari Folkestone di mana ia menjabat di kantor walikota tahun 1600. William dilahirkan di Folkestone, Inggris.

Pendidikan awal Harvey dilakukan di Folkestone, di sana ia belajar bahasa Latin. Ia kemudian masuk ke Sekolah Raja (Canterbury ). Harvey tinggal di Sekolah Raja selama lima tahun, setelah itu ia bergabung dengan Gonville dan Caius College di Cambridge pada 1593.

Harvey lulus sebagai Bachelor of Arts (BA) dari Caius pada tahun 1597. Dia kemudian melakukan perjalanan ke Italia melalui Perancis dan Jerman untuk masuk ke University of Padua, pada tahun 1599.

Selama belajar di sana, ia berkenalan dengan Fabricius dan membaca Fabricius ' De Venarum Ostiolis. Harvey lulus sebagai Doctor of Medicine pada usia 24 tahun dari University of Padua pada tanggal 25 April 1602.

Setelah lulus dari Padua, Harvey segera kembali ke Inggris di mana ia memperoleh gelar Doctor of Medicine dari University of Cambridge pada tahun yang sama. Setelah ini, Harvey membuktikan dirinya di London , bergabung dengan College of Physicians pada tanggal 5 Oktober 1604.

Beberapa minggu setelah pengakuannya, Harvey menikahi Elizabeth Browne, "putri Lancelot Browne Dr Physic ". Mereka tidak punya anak.

Ia menjadi dokter di Rumah Sakit St.Bartholomew di London (1609-43) dan anggota Royal College of Physicians.

Model baru peredaran Darah 

William Harvey dikenal sebagai penemu peredaran darah dan fungsi jantung setelah menerbitkan bukunya yang terkenal yakni An Anatomical Treatise on the Movement of the Heart and Blood in Animals (Gerak otomatis anatomi jantung dan darah binatang) terbit tahun 1628.

Pada mulanya buku Harvey tersebut banyak ditolak oleh dokter, mereka menolak pendapat bahwa darah dalam tubuh manusia secara tetap berputar dalam saluran pada sistem yang tetap, dan jantung menyediakan tenaga untuk mengalirkan darah itu.

Harvey pertama-tama menyusun pendapat tentang sirkulasi darah itu dengan jalan membuat perhitungan secara arithmatik yang sederhana. Dia memperkirakan bahwa jumlah darah yang dipancarkan oleh tiap denyut jantung sekitar 2 ons. Karena jantung berdenyut 72 kali per menit, penjumlahannya dapat disimpulkan sekitar 540 pon darah dipancarkan tiap jam ke dalam aorta. Tetapi, jumlah yang 540 pon melebihi jumlah berat badan seorang manusia normal, bahkan jauh melebihi jumlah berat badan itu sendiri. Karena itu jelas buat Harvey bahwa darah yang sama secara tetap berputar lewat jantung. Sesudah merumuskan hipotesa ini, sembilan tahun lamanya dia pergunakan untuk melakukan percobaan-percobaan dan melakukan penyelidikan teliti untuk menentukan perincian peredaran darah.

Dalam bukunya, Harvey menyatakan bahwa arteri membawa darah dari jantung sedangkan vena membawa darah kembali ke jantung. Karena ketiadaan mikroskop, Harvey tidak dapat melihat kapiler, urat darah terkecil yang membawa darah dari arteri terkecil ke vena, tetapi dengan persis dia menyimpulkan adanya itu. (Kapiler diketemukan oleh biolog Itali Malpighi, beberapa tahun sesudah matinya Harvey). Harvey juga menandaskan bahwa fungsi jantung ialah memompa darah ke dalam arteri.

Embriologi

Pada akhir karier, Harvey mengadakan penelitian dalam embriologi, ia menulis On the Generation of Animals (De Generatione) pada tahun 1651. Ia mendukung teori Aristoteles bahwa embrio terbentuk secara berangsur-angsur dan tak memiliki ciri-ciri dewasa dalam tahap awal. Ia juga memiliki hipotesis tentang adanya telur mamalia, dan membedah lusinan kijang di taman perburuan raja dengan harapan menemukannya, walau ia gagal melakukannya.

Kritik atas karya Harvey

Gagasan Harvey akhirnya diterima selama masa hidupnya. Karyanya diserang, khususnya oleh Jean Riolan dalam Opuscula anatomica (1649) yang memaksa Harvey membela diri dalam Exercitatio anatomica de circulatione sanguinis (juga pada tahun 1649) di mana ia membantah bahwa posisi Riolan berlawanan dengan seluruh fakta pengamatan. Harvey tetap dianggap sebagai dokter unggul, ia merupakan dokter pribadi James I (1618-25) dan Charles I (1625-47) dan lektor Lumleian pada Royal College of Physicians (1615-56). Belakangan Marcello Malpighi bahwa gagasan Harvey pada struktur anatomi benar; Harvey telah tidak bisa membedakan kerja jaringan kapiler dan hanya dapat berteori pada bagaimana transfer darah dari arteri ke vena terjadi.

Walau begitu, karya Harvey memiliki pengaruh yang kecil pada prakter kedokteran umum saat itu — blood letting, gagasan berdasar teori Galen yang salah, terus menjadi praktik terkenal (dan terus begitu juga setelah gagasan Harvey diterima).

sumber :
http://blogpenemu.blogspot.com/2014/04/biografi-william-harvey-penemu-Peredaran-Darah-dan-Fungsi-Jantung.html

Thursday, 9 April 2015

Tugas TOU 2 Minggu 3 (Penulisan Bebas) cara membersihkan bagian dalam CPU yang benar

Pada penulisan bebas kali ini, saya akan menjelaskan cara membersihkan bagian dalam CPU dengan benar. banyak orang bilang "bersihin CPU? susah ah" atau "ngeri ah takut ada kabel yang copot atau sengaja terlepas dan bingung nyolokinnya lagi" tidak seperti itu kok.
membersihkan CPU itu layaknya membersihkan Motor yang sudah kotor.
berikut penjelasannya :
 
CPU
1. Lepas semua kabel yang terhubung ke CPU. baik itu kabel power, atau kabel-kabel dari devices / alat-alat lain (keyboard, mouse, monitor, printer, dll)
2. Buka casing CPU ( cara buka tergantung jenis dan model casing masing-masing )

Debu pada hardisk

3. Lepas komponen-komponen yang terdapat di dalam CPU. Untuk memudahkan melepas komponen-komponen, baringkan saja CPU kita.
  • Lepas Power Suplay. Lepas dulu semua kabel yang terhubung dari power suplay ke bagian-bagian lainnya semisal mother board, VGA card, DVD rom, dan hard disk. Bila kita takut lupa bisa dicatat atau difoto sekalian lokasi-lokasi awal kabel menancap. Lalu lepas sekrup power suplay yg biasanya keliatan dari belakang casing CPU.
  • next step.. kita lepas RAM, hard disk, VGA card (bila ada), ROM, floppy.
  • Bila merasa bisa.. dan yakin bisa.. kita lepas heatsink juga (itu lho besi yang ada kipas kecilnya) tapi agak ribet dan menyerempet bahaya lho ya ( cocok nih bagi penggemar sport jantung hahahaha..... ). Bila nggak yakin bisa, minta bantuan orang yang lebih ahli saja. tapi tetap perhatikan bagaimana cara melepasnya, agar lain kali kita bisa sendiri melepas heatsink.
  • Setelah berhasil melepas heatsink, lepas juga processornya. Yang ini harus amat sangat hati-hati sekali !! Sekali lagi, jika nggak yakin bisa, minta bantuan orang yang lebih ahli saja.
  • Lepas motherboard dari casing CPU. motherboard tidak dilepas juga tidak apa-apa.

Debu pada kabel-kabel dan dasar casing CPU


4. Tahap pembersihan. gunakan saja kuas kecil ( tapi ya nggak kecil-kecil amat ), blower jika punya. Jangan menggunakan cairan apapun untuk membersihkan segala komponen CPU.
  • Power suplay, ROM dan Floppy cukup dibersihkan menggunakan kuas agar debu-debu yg menempel menjadi hilang.
  • RAM dan VGA card : bersihkan debu dengan kuas. Perhatikan kaki-kaki komponen yg berwarna keemasan. jika warnanya keruh atau tidak mengkilap, segera gosok dengan penghapus pensil.
  • Heatsink : bersihkan saja dengan kuas. jika memungkinkan, pisahkan besi heatsink dan kipas supaya hasil pembersihan lebih optimal.
  • Processor : bersihkan dengan kuas. biasanya ada bekas kerak diatas processor. itu adalah thermal paste ( pasta ) yg mengering. bersihkan dgn hati-hati dan penuh rasa cinta menggunakan ujung obeng pipih atau alat lainnya. ingat ! harus penuh dengan rasa cinta..... :)
  • Motherboard : bersihkan debu dgn kuas secara perlahan-lahan. jangan lewatkan sela-sela slot konektor utk RAM. VGA card, dll.
  • Yang terakhir, bersihkan casing CPU

debu pada fan-fan CPU


5. Tahap perakitan kembali
  • Pasang motherboard kembali pada casing apabila tadi dilepas.
  • Pasang processor di motherboard, tapi sebelumnya oleskan thermal paste secara tipis dan merata pada permukaan yang akan bersentuhan dengan heatsink. Jika processor tidak bisa terpasang dengan benar jangan dipaksa karena mungkin pemasangan posisi processor terbalik / salah. perhatikan tanda diujung-ujung siku procesesor.
  • Gabungkan kembali besi heatsink dan kipasnya. setelah itu beri thermal paste secukupnya pada permukaan heatsink yg akan bersentuhan langsung dgn processor lalu pasang heatsink di motherboard. Jangan lupakan juga untuk memasang kabel fan di motherboard.
  • Pasang Ram. Pada slot RAM ada suatu pembatas / sekat kecil yang membagi slot menjadi 2 atau 3 bagian. perhatikan sekat tersebut. jika terbalik memasang RAM, otomatis RAM tidak akan bisa terpasang pada slotnya. jika sudah benar posisi pemasangan RAM, tekan kedua ujung RAM sehingga RAM terpasang di slotnya dan terkunci secara otomatis.
  • Pasang kembali PSU (power Suplay Unit). Pasang kabel yang pada awalnya terhubung pada motherboard.
  • Pasang VGA card di slotnya. jangan lupa pasang kabel powernya jika memang ada colokan khusus. biasanya VGA card terbaru memiliki colokan tersebut.
  • Pasang hardisk dan DVD Rom. Sambungkan dengan kabel power dari power suplay, juga kabel data ke mother board.
  • Tutup kembali casing CPU dan pasang semua kabel yg pada awalnya terhubung ke CPU, semisal kabel power, keyboard, mouse, monitor.
mudah bukan? jadi jangan nunggu CPU mati-mati dulu baru dibersihkan. usahakan membersihkan CPU itu 1 bulan sekali. akan lebih baik lagi kalau 3 minggu sekali untuk perawatan hardwarenya.
terimakasih atas perhatiannya.

sumber : http://sinichinet.blogspot.com/2012/09/tips-bersihkan-cpu-dari-debu-di-suatu.html

Tugas TOU 2 Minggu 3 tentang pengalaman pengambilan keputusan dalam kehidupan

Pada postingan kali ini saya akan menceritakan pengalaman mengambil keputusan dalam kehidupan saya dan ini sudah terjadi pada tahun lalu waktu itu saya masih kelas 12 SMA yang bimbang ingin masuk ke perguruan tinggi terfavorit.
ketika itu, saya mengikuti bimbingan belajar di Nurul Fikri. banyak hal yang membuat saya pusing waktu itu termasuk dalam pemilihan perguruan tinggi itu sendiri. lalu, terlintas di fikiran saya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi yang ternama seperti ITB, UI, UNBRAW dan lain-lain. lalu saya pun, mencoba mengukur kemampuan saya melalui beberapa test yang diadakan di tempat bimbingan belajar saya itu. dan hasilnya, sangat diluar dugaan. waktu itu, saya memilih 2 perguruan tinggi negeri ternama yaitu Teknik Kimia UGM dan Teknik Informatika UNPAD setelah melihat hasilnya, saya dinyatakan tidak lulus passing grade pada kedua jurusan dan perguruan tinggi yang saya pilih.
alhasil, sayapun begitu kecewa walaupun itu baru prediksi itu sudah menandakan bahwa saya tidak mampu. tetapi saya pun tidak menyerah. saya tetap bersikeras untuk mengambil keputusan untuk bisa masuk perguruan tinggi negertu pilihan saya dan sayapun belajar dan terus belajar hingga waktu ujian SBMPTN pun tiba. saya tetap pada pilihan saya yaitu Tek kimia UGM dan Tek Informatika UNPAD. setelah ujian dimulai, ujian berjalan dengan lancar hingga akhirnya bel tanda waktu ujian telah habis. ketika itu saya sudah melakukan yang terbaik dan semoga hasilnya pun baik.
lalu, hari pengumuman sbmptn pun tiba. tetapi saya kaget dan kecewa saya tidak masuk di kedua jurusan di perguruan tinggi pilihan saya itu. dengan rasa kesal dan kecewa saya pulang kerumah dan memberitahu orang tua saya bahwa saya tidak diterima diperguruan tinggi negri yang saya dambakan.
orangtua sayapun mengerti dan sedikit menghibur saya bahwa "ini bukan akhir dari dunia nak" kemudian sayapun bangkit dan memutuskan untuk mendaftar di universitas swasta ternama yaitu gunadarma kalimalang.
bersama orangtua saya, saya melakukan pendaftaran disana tersedia banyak jurusan yang bagus-bagus juga. kemudian, saya diberitahu oleh bagian pendaftaran bahwa batas pemilihan jurusan hanya 2 saja. akhirnya sayapun bingung, dan memutuskan untuk pulang kerumah dahulu untuk memikirkan jurusan apa yang saya ingin ambil. malampun tiba, saya masih bimbang untuk memilih jurusan itu. kemudian orangtua saya menyarankan "pilihlah jurusan yang kamu sukai dan membuat kamu nyaman, bukan karena terpaksa atau ikut-ikut teman". setelah mendengar penjelasan dari orangtua saya, sayapun akhirnya memutuskan untuk mengambil S1 - Sistem Informasi dan D3 - Manajemen Informatika. alasan saya memilih kedua jurusan itu karena minat saya di bidang komputer sangat tinggi.
keesokan harinya, saya mengembalikan formulir pendaftaran yang sudah lengkap ke bagian pendaftaran dan saya melakukan test masuk untuk mengukur grade pada kedua jurusan itu. setelah melakukan test dan menunggu pengumuman, hasilnya saya mendapat grade A pada jurusan S1-Sistem Informasi dan AA pada jurusan D3-Manajemen Informatika. melihat hal itu, saya kembali bimbang. karena saya ingin langsung S1 maka saya memutuskan untuk mengambil grade A pada jurusan S1-Sistem Informasi. dan secara resmi, saya menjadi mahasiswa Universitas Gunadarma Fakultas Ilmu Komputer jurusan S1 Sistem Informasi.

demikian postingan tentang pengalaman pengambilan keputusan pada kehidupan saya.
terimakasih atas perhatiannyaa..